Showing posts with label Akad Kredit KPR Bank BTN. Show all posts
Showing posts with label Akad Kredit KPR Bank BTN. Show all posts

Monday, August 26, 2013

Akad Kredit Bank BTN Mei 2013

KPR Bank BTN
KPR
Alhamdulillah, akhirnya beberapa bulan yang lalu 27 Mei 2013 saya melakukan proses akad kredit dengan Bank BTN. Membutuhkan usaha dan perjuangan yang luar biasa untuk mendapatkan sebuah rumah didaerah bekasi walaupun dengan adanya penurunan platfond KPR oleh bank BTN. Penurunan platfond ini cukup memberatkan saya dan hampir menggagalkan penandatanganan akad KPR. namun sekali lagi sangat tidak disangka Allah SWT memberikan rezeki kepada saya sehingga kekurangan yang diminta oleh bank dapat saya lunasi.

Kenapa saya lebih memilih bank BTN dibandingkan bank-bank lainnya berikut penjelasannya. Sebenarnya sebelum KPR saya disetujui oleh bank BTN, saya sudah mengajukan permohonan KPR secara serentak kepada beberapa bank pemerintah lainnya diantaranya Bank Mandiri, Niaga, BNI yang pada dasarnya rata-rata merupakan bank plat merah yang konon katanya lebih bersahabat dalam menaikkan suku bunga KPR. Sebenarnya di bank-bank tersebut KPR saya disetujui namun sama dengan bank BTN, mereka menurunkan platfond KPR saya tetapi bedanya bank-bank tersebut menurunkan platfond KPR saya dengan jumlah yang sangat tinggi, yang jelas membuat saya untuk mundur untuk meneruskan proses akad saya. Selain penurunan platfond KPR yang tidak terlalu tinggi, bank BTN juga memberikan saya presentasi cicilan yang lebih besar dari gaji bersih, dimana bank-bank lain sangat kuat dengan angka 30% dari gaji, bank BTN memberikan saya lebih besar dari 30% dari Gaji, nah bagian ini patut dicoba oleh rekan-rekan sekalian yang gajinya pas-pasan seperti saya.  Oh iya.. bagi karyawan yang bekerja dikantor yang memiliki penghasilan yang dibayarkan secara tunai tidak melalui transfer bank bisa digunakan juga loh untuk meningkatkan penilaian bank terhadap kemampuan cicilan kita. Waktu saya KPR di bank BTN selain gaji pokok, saya juga memasukkan uang transport sama uang makan. Tambahan tips lagi nih, kata temen saya apabila kita memiliki uang THR sebesar 1 kali gaji pokok dan Bonus akhir tahun 1kali gaji pokok, maka kita dapat merata-ratakan penghasilan kita selama 1th, dari sekenario diatas terlihat bahwa 1th kita mendapatkan 14 x 3jt = 42jt, dengan rata-rata per bulan = 42jt/12 = 3.5 jt, lebih besar kan apabila dibandingkan dengan  gaji pokok perbulan yang hanya sebesar 3jt, hal ini kemungkinan meningkatkan penilaian bank terhadap kemampuan cicilan kita.

Nah pada waktu akad ada hal-hal penting yang perlu temen-temen perhatikan. yang pertama jelas surat-surat rumah yang akan kita beli, baik alamat rumah, harga, status surat rumah dll. Setelah memperhatikan hal tersebut saran saya perhatikan juga detail mengenai pribadi kita sendiri, seperti nama, No KTP, alamat rumah yang tertera didokumen akad, pastikan semuanya benar-benar sama dengan apa yang tertera di KTP kita. Hal ini penting sekali buat kita jangan sampai bermasalah nantinya, salah satu huruf saja pada nama contoh Rezky terganti dengan Rezki atau ID KTP 3 digit belakang 301 terganti menjadi 302, hal ini akan sangat bermasalah buat kita nantinya terutama pada waktu pelunasan ataupun berurusan dengan pihak asuransi. Nah setelah memastikan hal-hal tersebut perhatikan juga mengenai pembayaran-pembayaran KPR, seperti jatuh tempo pembayaran, denda keterlambatan, klausul mengenai percepatan perlunasan, pembayaran ekstra, dll.

Khusus bank BTN terdapat metode pembayaran ekstra, yaitu membayar cicilan bulanan sekaligus minimal 5kali cicilan namun konsekuansinya untuk kasus pembayaran ekstra akan dikenakan biaya sebesar 5 persen dari pembayaran ekstra. Maksudnya misal kita memiliki cicilan bulanan sebesar 5jt/bulan, dengan pembayaran ekstra maka kita harus menyiapakan uang sebesar 5jtx5  + Bunga 5%. Pembayaran ekstra  ini ditujukan salah satunya adalah untuk mengurangi hutang pokok kita. Detail mengenai KPR ekstra ini dapat dicari digoogle dengan kata kunci "KPR Ekstra bank BTN". Pembayaran Ekstra ini menurut saya sangat menguntungkan saya, karena dengan pembayaran ekstra maka hutang pokok kita dapat berkurang dengan cepat dan jelas akan berdampak pada skema cicilan kita berikutnya.

Berikut Contoh Simulasi Biaya-biaya yang timbul pada waktu akad KPR :

Jumlah KPR : 450.000.000 -
Suku Bunga : 7.49% Fixed 2 Tahun - Anuitas
Jangka Waktu Kredit : 180 Bulan (15 Tahun)
Angsuran Per Bulan : 4.610.000 (Perkiraan dengan bunga 7.49%)

Biaya Pada Saat Akad KPR, adalah biaya yang harus disiapkan pada saat akan melakukan akad kredit KPR, yang terdiri dari angsuran pertama KPR, Biaya Bank, Asuransi dan Biaya-biaya Notaris. Berikut rincian biaya pada saat akad KPR :

Biaya Bank
  1. Provisi
  2. Administrasi

Angsuran I (Angsuran pada bulan pertama)
Biaya asuransi
  1. Asuransi Kebakaran
  2. Asuransi Jiwa

Biaya Lain-Lain
  1. Biaya Appraisal : Tergantung Wilayah
  2. Biaya Notaris : Sekitar 1,3jt - 2 jt (Wilayah Bekasi)

Total biaya yang harus disiapkan pada saat akad adalah sekitar 4%-5%, jadi dengan pengajuan KPR sekitar Rp. 450.000.000 maka biaya yang harus disiapkan pada saat akad adalah sekitar Rp. 450.000.000 x 5% = Rp. 22.500.000 (22,5jt)

alhamdulillah sekarang unit rumah sudah ditangan dan sekarang harga rumah sudah melambung, dan tidak terbeli lagi apabila waktu itu saya tidak mengambil keputusan dengan cepat.

Sekedar Info untuk teman-teman :
Jangan takut untuk berhutang KPR (bukan hutang mobil yah ^_^!) dan jangan pernah menunda-nunda, apalagi apabila hitung-hitungan gaji perbulan sudah jelas hanya dapat menabung sekitar 2jt, secara hitungan matematis DP dari hasil menabung (2jt per bulan , 1th=24jt, belum tangan gatal untuk belanja) akan sangat sulit mengejar kenaikan harga rumah yang cukup sadis. -_-....  yang bisa meningkat hingga 40% pertahun.